Slideshow

Widget Slideshow

Slideshow

Widget Slideshow

Minggu, 05 Mei 2013

Keistimewaan Nama Muhammad


Keistimewaan Nama Muhammad 



Dalam masalah Aqidah, keislaman seseorang tidak akan sah dan tidak disebut sebagai muslim sebelum nama “Muhammad” disebutkan setelah nama Allah SWT, yakni ketika mengucapkan kalaimah Syahadat, demi melengkapi penyaksian akan ketuhanan Allah SWT yang mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul-Nya.
Mengingat Keagungan dan Kemuliaan yang terdapat pada Pribadi Yang mulia Nabi Muhammad SAW, dan untuk mengenang masa Hidup Beliau dan jasa – jasanya dalam menunjuki umatnya dari jalan kegelapan menuju jalan yang penuh Cahaya Rahmat dan Ampunan Allah SWT, Para salafushalih sangat menganjurkan untuk memberikan nama anak-anak kita dengan nama “Muhammad” atau “Ahmad”. Mereka berkeyakinan bahwa sebuah keluarga akan lebih mendapatkan keberkahan dan ketentraman jika salah seorang anaknya dinamai dengan nama Nabi ini. Bahkan ada sebagian guru agama, merasa sungkan dan enggan memberi hukuman atau memukul muridnya yang kebetulan bernama “Muhammad” atau “Ahmad”, walaupun dia memang bersalah dan layak dihukum. Hal ini demi adab dan menjaga diri dari menciderai keagungan Nabi.
Bahkan menurut sebuah Hadits yang lemah (dhaif), para malaikat yang menjaga neraka dan menyiksa orang – orang yang berdosa disana akan memberikan keringanan khusus kepada para muslimin yang sempat mampir di neraka dan memiliki nama ini, sehingga tidak menerima hukuman yang sama dengan para penghuni neraka lain sebelum akhirnya dimasukkan ke surga.
Berhati – hatilah dan bersikaplah bijak sebisa mungkin dengan orang – orang yang bernama Muhammad, bukan karena kita takut, enggan, atau apapun, akan tetapi demi menjaga martabat Nabi dan kemuliaannya. Penghormatan kita kepada orang –orang yang kebetulan memiliki nama tersebut akan dibalas oleh Allah SWT, karena Allah SWT sangat mencintai beliau.
Banyak Hadits yang menerangkan keistimewaan dan kelebihan terhadap orang yang diberi nama Muhammad. Dalam sebuah Hadits dikatakan,”Apabila kamu menamakan seseorang itu Muhammad, hendaklah kamu hormati dia dan lapangkan tempat baginya didalam suatu majelis, dan jangan masamkan mukamu kepadanya.” Dan diriwayatkan pula bahwa tidak ada suatu kelompok yang mengadakan musyawarah dan ada bersama mereka seorang yang bernama Muhammad, namun mereka tidak mengajaknya ke dalam musyawarah itu, melainkan mereka tidak akan diberkahi.”
Telah diriwayatkan oleh Ibnu Abi Malikah dari Ibnu Juraij dari Nabi SAW, yang telah bersabda,”Barang siapa memiliki istri yang sedang mengandung dan bercita – cita hendak menamakan anak yang masih dalam Rahim itu dengan nama Muhammad, Allah Ta’ala akan mengaruniakan kepadanya anak lelaki, dan jika ada seorang yang bernama Muhammad didalam sebuah rumah, niscaya Allah Ta’ala mengaruniakan berkah didalam rumah itu.”
Seorang perempuan telah berkata kepada Rasulullah SAW,”Ya Rasulullah, aku ini seorang perempuan yang tidak mempunyai anak lelaki yang hidup,” Maka Rasulullah SAW menjawab,”Bernazarlah engkau kepada Allah bahwa, apabila engkau mendapat anak lelaki, engkau akan namakan anak itu Muhammad.” Maka ia pun melakukannya, ternyata anak lelakinya hidup selamat dan baik.
Telah diriwayatkan dari Abu Umamah,”Barang siapa mendapat anak lelaki lalu ia namakan dia Muhammad karena menghendaki keberkahannya, ia dan anaknya akan masuk syurga,” (Disebutkan dalam kitab Al – Firdaus). Riwayat lain menyebutkan bahwa Ali bin Abu Thalib mengatakan, “Tidak ada suatu jamuan makan lalu datang hadir kepadanya seorang yang namanya Ahmad atau Muhammad melainkan Allah Ta’ala akan memuliakan rumah itu dua kali lipat.”
Sesungguhnya Allah SWT dengan segala kekuasaanNya telah mengutus Nabi-Nya, Muhammad SAW, dan telah memberinya kekhususan dan kemuliaan untuk menyampaikan Risalah. Beliau menjadi Rahmat bagi alam semesta dengan risalah tersebut dan menjadi sebab seseorang mendapat petunjuk kejalan yang lurus. Maka sudah semestinya seorang hamba taat kepadanya, menghormatinya, dan melaksanakan hak – haknya. Dan salah satu dari hak Beliau atas umatnya adalah agar mereka membcakan shalawat dan salam kepada beliau sebagai bentuk rasa terima kasih atas jasa – jasa beliau dan sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan kepadanya.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah dan malaikat – malaikatNya bershalawat untuk Nabi, Hai orang – orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al – Ahzab:56). Ibnu Qoyyim berkata dalam kitabnya, Jalaul – Afham, “Maksudnya, Jika Allah dan malaikat – malaikat-Nya berShalawat untuk Rasul-Nya, hendaklah kalian juga bershalawat dan memberi salam untuknya, karena kalian telah mendapatkan berkah risalah dan usahanya, seperti kemuliaan di dunia dan di akhirat,”
Namun sangat disayangkan, banyak umat Islam yang sudah melupakan hak yang agung tersebut. Mereka menyamakan penyebutan nama beliau dengan penyebutan tokoh tokoh dunia lainnya, baik dari kalangan umat Islam maupun Kafir. Penyebutan Predikat Nabi dan Rasulullah serta mengiringi penyebutannya dengan Shalawat dan Salam, baik dalam pidato maupun tulisan mereka, semakin jarang ditemukan. Ini gambaran dari sikap yang tidak menghormati beliau sebagai utusan Allah yang dimuliakan.
Menyebut nama Rasulullah tanpa menyertakan Shalawat dan Salam kepada Beliau termasuk sikap kurang sopan (Ghalil Adab) dan mengurangi hak Nabi. Bahkan para Ulama memakruhkan dengan hanya menyertakan salam tanpa shalawat dengan menguc apkan ‘alaihis – salam.
Imam Al – baihaqi menukil dalam kitab-nya, Syu’ab al – Iman, dari Al – Halimi, ia berkata, “Sudah dimaklumi bahwa hak Nabi sangat Mulia dan agung serta mulia dan terhormat bagi kita. Hak beliau atas kita jauh lebih daripada hak seorang tuan atas budak – budaknya atau orangtua atas anak – anaknya. Karena Allah Ta’ala telah menyelamatkan kita dari siksanya diakhirat nanti melalui beliau. Allah juga menjamin arwah, badan, kehormata, harta, dan keluarga serta anak – anak kita didunia melalui beliau, menunjuki kita dengan perantara beliau. Dengan menta’ati Beliau Allah akan menyampaikan kita ke syurga Na’im.
Adakah satu nikmat yang bias menyamai nikmat ini?. Derajat mana yang bias menyamai derajat ini? Dan kedudukan mana yang bisa menyerupai kemulyaan Ini?. Wajiblah bagi kita untuk mencintainya, mengagungkan dan menghormati beliau lebih daripada penghormatan seorang mahasiswa kepada dosennya, atau seorang anak kepada orangtuanya. Seperti inilah petunjuk kitabullah, sehingga Allah SWT memerintahkan scara langsung dalam Kitab-Nya yang artinya, “Maka orang – orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur-an), mereka itulah orang – orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raf:157). Dalam firman-Nya yang lain, “Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, memuliakannya (Rasulullah), dan menghormatinya.” (QS Al-Fath;9).
Allah menambahkan dalam ayat ini, hak Rasulullah SAW di tengah – tengah umatnya agar dimulyakan, dihormati, dan diagungkan. Tidak boleh memperlakukan beliau seperti perlakuan seseorang terhadap sesamanya, baik dalam perbuatan maupun dalam perkataan. Seperti Firman Allah yang artinya, “Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian yang lain.” (QS An-Nur:63).
Makna ayat diatas adalah, jangan kalian memanggil beliau seperti panggilan sebagian kalian kepada sebagian yang lainnya, jangan menunda – nunda memenuhi panggilannya, atau perintahnya dengan mencari – cari alas an sebagaimana alas an yang kalian gunakan untuk menunda – nunda memenuhi panggilan sebagian yang lain. Melainkan mereka harus mengagungkannya dengan segera memenuhi panggilannya, langsung menta’atinya.
Diantara bentuk menyamakan panggilan beliau seperti panggilan antara sesama kita adalah dengan menyebut langsung nama beliau serta tanpa disertai shalawat dan salam, padahal ini tuntunan dari rasa cinta kepada beliau. Tidak membaca shalawat dan salam untuk Rasulullah SAW ketika kita mendengar nama yg Mulia ini disebut merupakan tanda orang Bakhil, berdasarkan sabda Beliau, “Orang Bakhil adalah Orang yang bila namaku disebut disisinya lalu tidak bershalawat atasku.” (HR Ahmad dan An-Nasai).


Ulama-ulama Nusantara yang Sudah Mendunia


Ulama-ulama Nusantara yang Sudah Mendunia
Mereka umumnya menghabiskan hidupnya dengan mengajar di Mekah, sebagian lagi pulang ke Indonesia



Hidayatullah.com--Sejarah mencatat beberapa ulama Indonesia pada masa lalu pernah berkiprah hingga namanya dikenal dunia. Mereka pada umumnya berguru ke Mekah dan Madinah. Sebagian menghabiskan hidupnya dengan mengajar di sana, sebagian lagi pulang ke Indonesia. Berikut di antara mereka:
Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Namanya tak hanya dikenal oleh masyarkaat Nusantara, tapi juga kaum muslimin di Filipina, Turki, Arab Saudi, Mesir, dan India. Lahir di Banjar tanggal 15 Safar 1122 (17 Mei 1710). Selama hampir 35 tahun berguru pada ulama-ulama terkenal di Mekah dan Madinah seperti Syeikh Ataillah bin Ahmad Al-Misriy, Syeikh Muhammad bin Sulaiman Al-Kurdiy, Syeikh Ahmad bin Abd Mun'im Syeikh, dan Muhammad bin Abd Karim Al-Qadiri.

Selepas berguru di Mekah dan Madinah, Al-Banjari kembali ke tanah air. Ia membuka pusat-pusat studi Islam untuk membantu masyarakat menimba ilmu pengetahuan.

Al-Banjari berhasil menulis berpuluh-puluh karya. Salah satu yang termasyhur adalah kitab Sabilal Muhtadin, yang kerap menjadi referensi para penulis buku fikih.

Pada 6 Syawal 1227 (3 Oktober 1812), Al-Banjari wafat. Untuk mengenang karya dan jasanya, masyarakat Banjarmasin mendirikan Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Syeikh Sulaiman Ar-Rasuli Al-Minangkabawi

Ia seangkatan dengan Hasyim Asyhari, pendiri Nahdlatul Ulama. Lahir di Candan, Sumatera Barat, pada tahun 1871.

Sulaiman menuntut ilmu agama di Mekah dan antara lain berguru pada ulama Minang yang tinggal di Tanah Suci, Syeikh Ahmad Khatib Abdul Lathif Al-Minangkabawi. Sekembali ke tanah air, ia menyebarkan ajaran Islam dengan sistem lesehan (duduk bersila). Baru pada tahun 1928, Al-Minangkabawi menggunakan bangku.

Pada tahun 1928 juga, Al-Minangkabawi bersama Syeikh Abbas Ladang Lawas dan Syeikh Muhammad Jamil Jaho menggagas berdirinya organisasi yang sempat menjadi partai politik, yaitu Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).

Syeikh Sayyid Utsman Betawi

Nama lengkapnya Sayyid Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Umar bin Yahya Al-Alawi, namun lebih dikenal dengan sebutan Habib Utsman Mufti Betawi. Lahir di Pekojan, Jakarta, 17 Rabiul Awwal 1238 (2 Desember 1822).

Habib Utsman adalah sahabat ulama besar Sayyid Yusuf An-Nabhani, mufti di Beirut. Selama di Mekah, Habib Utsman menimba ilmu pada Syeikh Ahmad Ad-Dimyathi, Sayyid Muhammad bin Husein Al-Habsyi, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, dan Syeikh Rahmatullah.

Semasa hidupnya, Mufti Betawi berhasil menulis karya sebanyak 109 buah. Dalam memutuskan suatu perkara ia dikenal sangat tegas. Tak heran kalau ulama-ulama asli Jakarta yang ada sekarang sangat mengagumi sosok Mufti Betawi dan menjadikannya guru teladan.

Syeikh Muhammad Khalil Al-Maduri

Lahir pada 11 Jamadil Akhir 1235 (27 Januari 1820) di Bangkalan, Madura. Al-Maduri berasal dari keluarga ulama. Ia sempat berguru kepada Kiai Muhammad Nur di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur.

Al-Maduri semasa mudanya berhasil menghafal Al-Qur'an (hafizh). Juga mampu menguasai qiraah tujuh (tujuh cara membaca Al-Qur'an).

Tahun 1859 Al-Maduri menuju ke Mekah. Ia bersahabat dengan Syeikh Nawawi Al-Bantani. Sekembalinya ke tanah air, Al-Maduri mendirikan pondok pesantren di daerah Cengkebuan, 1 kilometer dari tanah kelahirannya.

Pada masa penjajahan Belanda, ia sudah sepuh dan tak lagi mampu terlibat langsung dalam kontak fisik. Namun ia sangat aktif menumbuhkan sikap perlawanan kepada para pemuda di pondok pesantrennya. Akibatnya, Al-Maduri ditahan Belanda karena dituduh melindungi para pemberontak.

Muhammad Khalil Al-Maduri wafat pada usia 106 tahun (29 Ramadan 1341 atau 14 Mei 1923). Semasa hidup telah membina kader-kader ulama untuk generasi setelahnya, seperti KH Hasyim Asy’ari (pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang) dan KH Bisri Mustofa (pendiri Pondok Pesantren Rembang).

Syeikh Nawawi Al-Bantani


Al-Bantani kerap disebut sebagai “Imam Nawawi Kedua”. Gelar ini diberikan oleh Syeikh Wan Ahmad bin Muhammad Zain Al-Fathani.

Lahir pada penghujung abad ke-18 di Banten. Ia memiliki nama lengkap Muhammad Nawawi bin Umar ibnu Arabi bin Ali Al-Jawi Al-Bantani.

Selama di Mekah, Nawawi Al-Bantani belajar pada beberapa ulama terkenal seperti Syeikh Ahmad An-Nahrawi, Syeikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah Al-Maliki, Syeikh Ahmad Ad-Dumyati, Syeikh Muhammad Khathib Duma Al-Hanbali, Syeikh Zainuddin Aceh, dan Syeikh Ahmad Khathib Sambas.

Setiap kali mengajar di Masjidil Haram, ia selalu dikelilingi sekitar 200-an orang. Pernah diundang ke Universitas Al-Azhar, Mesir, untuk memberi ceramah atau fatwa-fatwa pada beberapa perkara khusus.

Syeikh Muhammad Mukhtar Al-Bughri

Lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 14 Sya'ban 1278 (14 Februari 1862). Nama lengkapnya Muhammad Mukhtar bin Atharid Al-Bughri Al-Batawi Al-Jawi. Pendidikan agamanya didapat langsung dari orang tuanya. Semasa muda, ia telah mampu menghafal Al-Qur'an.

Tahun 1299 hijrah ke Betawi (Jakarta) untuk menimba ilmu kepada Sayyid Utsman. Tidak puas juga, ia kemudian menuju ke Mekah.

Selama di Mekah, Mukhtar Al-Bughri belajar kepada ulama termasyhur, Syeikh Ahmad Al-Fathani. Ia juga diberi kesempatan untuk mengajar di Masjidil-Haram selama 28 tahun.

Setiap kesempatan mengajar, ia selalu dikelilingi sekitar 400-an muridnya. Semasa hidupnya telah menulis berpuluh-puluh karya. Mukhtar Al-Bughri wafat di Mekah pada 17 Shafar 1349 (13 Juli 1930).

Syeikh Abdul Hamid Asahan

Nama lengkapnya Syeikh Abdul Hamid bin Mahmud. Lahir di  Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, tahun 1298 H (1880).

Sejak kecil ia belajar kepada saudara iparnya yang bernama Haji Zainuddin. Setelah itu belajar kepada ulama termasyhur di Asahan bernama Syeikh Muhammad Isa, mufti Kerajaan Asahan.

Syeikh Muhammad Isa menganjurkan Abdul Hamid untuk menimba ilmu ke Mekah. Pasalnya, Abdul Hamid memiliki talenta untuk menjadi ulama.

Sampai di Mekah, Abdul Hamid Asahan langsung diterima belajar di halaqah Syeikh Ahmad Al-Fathani. Sayang, dua tahun kemudian Syeikh Ahmad Al-Fathani meninggal dunia (1325 H/1908). Walau berinteraksi hanya sekitar dua tahun, rasa kasih sayang Syeikh Ahmad Al-Fathani begitu kuat.

Abdul Hamid Asahan kemudian berguru pada Syeikh Ahmad Khathib bin Abdul Lathif Minangkabawi. Proses belajar ini sempat terganggu karena meletusnya Perang Dunia I (1914 - 1918). Ia terpaksa pulang ke Tanjung Balai Asahan.

Abdul Hamid kemudian mendirikan Madrasah 'Ulumil 'Arabiyah. Seiring berjalannya waktu, madrasah ini berkembang pesat dan menjadi termasyhur di Sumatera Utara.

Abdul Hamid Asahan melengkapi hidupnya dengan menulis berpuluh-puluh buku. Ia wafat pada 10 Rabiul Akhir 1370 (18 Februari 1951). [syahid/hid/hidayatullah.com]

9 PENEMUAN KAUM MUSLIMIN YANG MENGGUNCANG DUNIA


9 PENEMUAN KAUM MUSLIMIN YANG MENGGUNCANG DUNIA


Kehidupan modern tak lepas dari penemuan-penemuan ilmuwan muslim. Proyek 1001 kembali mengingatkan sejarah 1000 tahun warisan muslim yang terlupakan.

“Ada sebuah lubang dalam ilmu pengetahuan manusia, melompat dari zaman Renaisans langsung kepada Yunani,” ujar Chairman Yayasan Sains, Teknologi dan Peradaban Profesor Salim al-Hassani pemimpin 1001 Penemuan. Saat ini Penemuan 1001 sedang pameran di Museum Sains London. Hassani mengharapkan pameran tersebut akan menegaskan kembali kontribusi peradaban non-barat, seperti kerajaan muslim yang suatu waktu pernah menutupi Spanyol dan Portugis, Italia selatan dan terbentang seluas daratan China.
Inilah penemuan muslim yang luar biasa:
1. Operasi Bedah


Sekitar tahun 1000, seorang dokter Al Zahrawi mempublikasikan 1500 halaman ensiklopedia berilustrasi tentang operasi bedah yang digunakan di Eropa sebagai referensi medis selama lebih dari 500 tahun. Diantara banyak penemu, Zahrawi yang menggunakan larutan usus kucing menjadi benang jahitan, sebelum menangani operasi kedua untuk memindahkan jahitan pada
luka. Dia juga yang dilaporkan melakukan operasi caesar dan menciptakan sepasang alat jepit pembedahan.
2. Kopi


Saat ini warga dunia meminum sajian khas tersebut tetapi, kopi pertama kali dibuat di Yaman pada sekitar abad ke-9. Pada awalnya kopi membantu kaum sufi tetap terjaga ibadah larut malam. Kemudian dibawa ke Kairo oleh sekelompok pelajat yang kemudian kopi disukai oleh seluruh kerajaan. Pada abad ke-13 kopi menyeberang ke Turki, tetapi baru pada abad ke-16 ketika kacang mulai direbus di Eropa, kopi dibawa ke Italia oleh pedagang Venesia.
3. Mesin Terbang


Abbas ibn Fir
-nas adalah orang pertama yang mencoba membuat konstruksi sebuah pesawat terbang dan menerbangkannya. Di abad ke-9 dia mendesain sebuah perangkat sayap dan secara khusus membentuk layaknya kostum burung. Dalam percobaannya yang terkenal di Cordoba Spanyol, Firnas terbang tinggi untuk beberapa saat sebelum kemudian jatuh ke tanah dan mematahkan tulang belakangnya. Desain yang dibuatnya secara tidak terduga menjadi inspirasi bagi seniman Italia Leonardo da Vinci ratusan tahun kemudian.
4. Universitas


Pada tahun 859 seorang putri muda bernama Fatima
h al-Firhi mendirikan sebuah universitas tingkat pertama di Fez Maroko. Saudara perempuannya Mariam mendirikan masjid indah secara bersamaan menjadi masjid dan universitas al-Qarawiyyin dan terus beroperasi selama 1.200 tahun kemudian. Hassani mengatakan dia berharap orang akan ingat bahwa belajar adalah inti utama tradisi Islam dan cerita tentang al-Firhi bersaudara akan menginspirasi wanita muslim di mana pun di dunia.
5. Aljabar


Kata aljabar berasal dari judul kitab matematikawan terkenal Persia abad ke-9 ‘Kitab al-Jabr Wal-Mugabala’, yang diterjemahkan ke dalam buku ‘The Book of Reasoning and Balancing’. Membangun akar sistem Yunani dan Hindu, aljabar adalah sistem pemersatu untuk nomor rasional, nomor tidak rasional dan gelombang magnitudo. Matematikawan lainnya Al-Khwarizmi juga yang pertama kali memperkenalkan konsep angka menjadi bilangan yang bisa menjadi kekuatan.
6. Optik


“Banyak kemajuan penting dalam studi optik datang dari dunia muslm,” ujar Hassani. Diantaranya tahun 1.000 Ibn al-Haitham membuktikan bahwa manusia melihat obyek dari refleksi cahaya dan masuk ke mata, mengacuhkan teori Euclid dan Ptolemy bahwa cahaya dihasilkan dari dalam mata sendiri. Fisikawan hebat muslim lainnya juga menemukan fenomena pengukuran
kamera di mana dijelaskan bagaimana mata gambar dapat terlihat dengan koneksi antara optik dan otak.
7. Musik

Musisi muslim memiliki dampak signifikan di Eropa. Di antara banyak instrumen yang hadir ke Eropa melalui timur tengah adalah lute dan rahab, nenek moyang biola. Skala notasi musik modern juga dikatakan berasal dari alfabet Arab.
8. Sikat Gigi


Menurut Hassani, Nabi Muhammad SAW mempopulerkan penggunaan sikat gigi pertama kali pada tahun 600 Masehi. Menggunakan ranting pohon Miswak, untuk membersihkan gigi dan menyegarkan napas. Substansi kandungan di dalam Miswak juga digunakan dalam pasta gigi modern.
9. Engkol


Banyak dasar sistem otomatis modern pertama kali berasal dari dunia muslim, termasuk pemutar yang menghubungkan sistem. Dengan mengkonversi gerakan memutar dengan gerakan lurus, pemutar memungkinankan obyek berat terangkat relatif lebih mudah. Teknologi tersebut ditemukan oleh Al-jazari pada abad ke-12, kemudian digunakan dalam penggunaan sepeda hingga kini.

Minggu, 28 April 2013

Seputar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Belajar Mengajar



Seputar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Belajar Mengajar


Sistem pembelajaran terdiri dari komponen – komponen yang saling berhubungan Dalam sebuah kerangka tertentu, saling bekerja sama dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sistem pembelajaran dalam beberapa kategori; belajar di kelas (secara langsung, berhadapan), melalui siaran (televisi,radio), melalui paket belajar (belajar sendiri), menggunakan instruksi web (internet), kegiatan laboratorium, bengkel kerja, seminar, karyawisata, melalui komputer (pelatihan berbasis komputer/desktop multi media) dan telekomfren. Seperti halnya sistem pertunjukan yang mempunyai banyak komponen yang saling berhubungan demikian juga sistem pembelajaran
Seperti halnya dalam pertunjukan mempunyai tujuan bahwa pertunjukan harus dapat memberikan efek kepada penonton. Begitu juga halnya dengan sistem pembelajaran mempunyai tujuan terjadi perubahan pengetahuan, ketrampilan dan sikap.. Sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa. Pembelajaran  dapat   tercapainya tujuan ditandai dengan aktifitas belajar secara alami. Berkomunikasi dan memberikan para pelajar kesempatan untuk mempraktekkan kemampuan atau mengembangkan pengetahuan mereka dengan memanfaatkan komponen – komponen sistem pembelajaran yang meliputi metode, media dan bahkan alat-alat pembelajaran serta lingkungan. Diskusi kelompok, simulasi, game, bermain peran, discovery, demonstrasi, drill, pemecahan masalah, presentasi, demonstrasi, drill adalah metode yang digunakan untuk mengarahkan keaktifan belajar. Konferensi panel, debat  dan belajar kelompok.
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan
Ada berbagai tren yang berkembang dalam pemanfaatan TIK khususnya dalam konteks sekolah, tentunya dengan memperhatikan ketersediaan dan kemudahan akses sumber belajar online. Berikut ini adalah tren yang berkembang sebagaimana disarikan dari artikel Newer Technologies for the Learning Society (C.Villanueva, 2000).
1.       Secara umum, pengintegrasian secara penuh TIK kedalam pendidikan masih sangat terbatas. Multimedia interaktif atau hypermedia belumlah dimanfaatkan secara meluas. Aktivitas Online melibatkan internet dan intranet lebih banyak digunakan untuk keperluan komunikasi daripada sarana pendidikan interaktif.
2.       Model pembelajaran campuran yang baru mulai muncul. Pembelajaran tatap muka dan aktivitas belajar online, video, multimedia dan sarana telekomunikasi menunjang berbagai proses pembelajaran, kadangkala dalam bentuk kombinasi dan kadangkala dalam bentuk yang lebih terintegrasi.
3.      Pendidikan jarak jauh sekarang disajikan dalam dua cara yaitu synchronous mode di mana peserta menggunakan TIK untuk berkomunikasi pada waktu yang bersamaan dan asynchronous mode di mana para peserta belajar atau berkomunikasi secara mandiri pada waktu yang berbeda kapan saja mereka online (anytime-anywhere learning). Dalam kenyataannya pertemuan tatap muka atau interakasi (synchronous) masih diperlukan untuk menunjang belajar mandiri dan asynchronous agar belajar dapat lebih efektif. TIK memfasilitasi interaksi tingkat tinggi antara siswa, guru, dan materi pembelajaran berbasis komputer. Komunikasi dapat dinamis dan bervariasi sesuai keinginan siswa dan guru, dan ia dapat terjadi dalam berbagai bentuk seperti e-mail, mailing list, chat, bulletin board, and konferensi komputer.
4.      TIK sudah menjadi suatu daya penggerak perubahan bidang pendidikan dan mereka adalah suatu bagian integratif dari kebijakan dan rencana pendidikan nasional. Bukti yang berkembang menunjukkan semakin banyak negara yang mulai melengkapi sekolah mereka dengan komputer untuk mencapai reformasi sekolah atau usaha peningkatan sekolah atau bahkan untuk memberi sekolah mereka suatu penampilan modern dan bertenologi. Bagaimanapun, dalam posisi ini banyak pendidik yang melihat teknologi online sebagai suatu jalan untuk pengajaran, pelajaran, dan praktek penguasaan baru, hanya mempunyai sedikit informasi tentang potensi dan penggunaan otentik dari ICT dalam pendidikan. Pengalaman menunjukkan bahwa pengenalan tentang teknologi di sekolah mengalami tiga fasa, yakni suatu tahap penggantian di mana praktek tradisional masih terjadi tetapi teknologi baru digunakan; suatu tahap transisi di mana praktek baru mulai muncul dan praktek lama dipertanyakan; dan suatu tahap transformasi di mana teknologi memungkinkan praktek baru dan praktek lama menjadi usang. Jika pendidik meminta dengan tegas atas penggunapan TIK sebagai pengganti praktek yang ada, mereka tidak dapat berperan untuk memecahkan permasalahan di bidang pendidikan yang saat ini mereka temui.
5.      Pengenalan TIK di sekolah telah membawa suatu sikap yang lebih positif terhadap sekolah pada diri siswa. Karena TKI dan belajar berbasis web menawarkan keaneka ragaman yang lebih besar dari tujuan, proyek, aktivitas, dan latihan dalam pembelajaran dibanding kelas tradisional, minat dan motivasi siswapun meningkat secara nyata. Para guru dan siswa terangsang karena pengajaran menjadi lebih dinamis yang memperluas visi mereka seperti halnya akses ke bahan belajar dan perangkat lunak bidang pendidikan yang bermutu tinggi. Lebih dari itu, para guru kelihatannya termotivasi untuk mengajar dengan lebih kreatif. Portal pembelajaran menghubungkan para guru kepada sejumlah racangan pelajaran, panduan guru, dan soal-soal latihan siswa yang ditempatkan di Internet oleh institusi pemerintah, LSM, dan institusi pendidikan.
6.      Kelas online cenderung untuk menjadi lebih sukses jika TIK dikombinasikan dengan suatu ilmu pendidikan yang tepat. Gelanggang pendidikan dari pembelajaran online masih sangat muda. Saat banyak institusi yang menawarkan kursus online, pemahaman mendalam tentang isu pedagogis yang berhubungan dengan pendidikan online masih belum diselidiki secara mendalam. Banyak kursus online yang hanya halaman web dikombinasikan dengan e-mail dan ruangan chatting tanpa landasan pedagogis. Pengalaman-pengalaman sukses menunjukkan bahwa telah ada suatu penurunan dari aktivitas dipandu guru seperti halnya penurunan jumlah pembelajaran tatap muka dan bergerak ke arah aktivitas yang berbentuk proyek dan pembelajaran mandiri sebagai hasil pemanfaatan TIK.
7.      Pembelajaran online memungkinkan siswa mempunyai kendali lebih besar terhadap kegiatan dan isi pembelajaran. Lingkungan online mennempatkan siswa di tengah-tengah pengalaman belajar. Pada pembelajaran tradisional, pengulangan digunakan berkali-kali dengan memperkenalkan informasi yang sangat serupa dalam format berbeda atau dengan menanyakan pertanyaan yang sama dengan cara yang berbeda. Padahal banyak siswa tidak suka latihan yang berulang-ulang. Internet mendorong siswa untuk menggali informasi dan contoh praktis. Hypermedia dan multimedia memudahkan pendekatan yang belum pernah terjadi pada pembelajaran tradisional. Internet mempromosikan suatu alternatif jenis belajar dengan melakukan (learning by doing) di manapara siswa diminta untuk melakukan proyek yang berhubungan dengan situasi hidup nyata. Teknologi menyampaikan informasi dengan penekanan pada penciptaan dan explorasi aktif terhadap pengetahuan dibandingkan transfer informasi searah, yang memungkinkan siswa tersebut untuk menggunakan secara penuh kemampuan kognitif mereka sendiri.
8.      Corak interaktif sumber belajar memungkinkan siswa untuk terus meningkatkan keterlibatannya dengan pengembangan isi dan dengan demikian berperan dalam suatu situasi belajar yang lebih otentik. Sebagai contoh, para siswa dapat mengakses perpustakaan maya di seluruh dunia. Dengan demikian mereka mempunyai akses ke sejumlah besar informasi dan sumber belajar yang luas yang tidak dapat dicapai dalam seting pembelajaran yang tunggal. Sejauh yang terkait dengan guru, sejumlah besar sumber belajar yang diletakkan di Internet telah membantu guru dalam menghadapi tantangan mengajar sehari-hari. Para guru dapat saling betukar rencangan pembelajaran, teknik pedagogis, dan strategi yang berhubungan dengan isu-isu dan permasalahan umum.
9.      Pembelajaran online menyediakan perkakas teknis yang membuat belajar lebih mudah. Sebagai contoh, bahasa yang digunakan untuk mencari informasi dan bahan belajar adalah segera dan intuitif. Bahasa tersebut tidaklah harus dipelajari oleh pemakai dan dapat diadopsi dengan usaha minimal. Tatabahasa Dan sintaksis dasar dapat digunakan sebagai instrumen untuk mencari dan memperoleh informasi. Pengintegrasian komunikasi dan authoring tools, bersama dengan alat penghubung click­to-connect telah berhasil dengan mantap mempermudah proses mengecek email, mengakses data, dan pengaturan atas koneksi konferensi komputer. Teknologi simulasi tau visualisasi dapat membantu siswa untuk belajar sistem yang kompleks dengan cara yang lebih kongkrit. Komunikasi percakapan berbasis komputer (Computer Mediated Chatting = CMC) dan bulletin board dapat melengkapi pertemuan tatap muka.
10.   Pendidikan dan pelatihan guru sekarang meliputi pembelajaran kolaboratif dan just-in­time. TIK membuka suatu dunia yang utuh dari belajar sepanjang hayat melalui pendidikan jarakjauh, pembelajaran asynchronous, dan pelatihan atas permintaan. TIK cukup fleksibel untuk memperkenalkan kursus baru sebagai jawaban langsung atas permintaan yang semakin meningkat.
11.    TIK membantu memecahkan isolasi profesional yang banyak diderita para guru. Dengan TIK, mereka dapat dengan mudah berhubungan dengan para profesional lain, rekan kerja, penasihat, universitas dan pusat keahlian, dan dengan sumber belajar. Para guru kini menerbitkan bahan belajar yang mereka kembangkan di Internet dan berbagi pengalaman mengajar mereka dengan guru lainnya.
12.    Penggunaan jaringan komputer untuk mempromosikan aktivitas belajar berkelompok menjadi semakin lebih populer. Teknologi komputer dalam pendidikan bergerak dari belajar mandiri ke metode belajar jarak jauh berkelompok. Dengan menggunaan perangkat komunikasi berbasis komputer dan kelompok belajar berbasis web, siswa dapat menerapkan pengetahuan yang dimiliknya dengan mengkombinasikan usaha mereka untuk mengembangkan suatu aktivitas atau proyek. Belajar koperatif melalui komputer mempunyai efek positif atas kinerja tugas kelompok, prestasi individu, dan sikap terhadap belajar kolaboratif.
13.   Universitas sedang memasuki fase kemitraan dengan sektor swasta, terutama sekali industri teknologi informasi, dalam rangka membantu menjaga kelangsungan hidup operasi dan keuangan dari program pendidikan berbasis TIK. Semakin banyak sekolah menyadari bahwa berhubungan dengan sektor bisnis tidak akan mengancam sistem persekolahan. Yang lain melihat suatu keuntungan dalam capitalising atas produk dan jasa pendidikan mereka. Persekutuan belajar di penyampaian produk dapat menawarkan berbagai manfaat, seperti pengurangan biaya-biaya pengembangan latihan, berbagi biaya-biaya penelitian dan pengembangan yang bersama, atau berbagi database dan isi perpustakaan.
14.   TIK meningkatkan fungsi perpustakaan dan mengubah peran pustakawan secara hakiki. Sekolah tidak perlu melanjutkan penderitaan atas kelangkaan pendukung perpustakaan dengan memanfaatkan sumber belajar yang kaya yang tersedia di Internet.
Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai sarana pembelajaran di Sekolah

1. E-Learning
                 Teknologi dapat digunakan sebagai sarana belajar yang efektif, proses belajar menggunakan Teknologi Internet disebut E-Learning (Electronic Learning). E-Learning merupakan evolusi penyampaian pembelajaran dengan penggunaan Teknologi Internet, belajar melalui teknologi Internet lebih efektif karena informasi di Internet lebih jelas dan lengkap.

2. E-Book
            E-Book adalah fasilitas elektronik yang memungkinkan siswa mencari koleksi buku di perpustakaan elektronik.

3. Teleconference atau Video Conference
            Adalah sebuah fasilitas pembelajaran menggunakan teknologi komunikasi, yaitu tatap muka dengan video, fasilitas pembelajaran ini memerlukan biaya yang cukup besar.

Pengaplikasian Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran di Sekolah
 1. Presentasi
                Presentasi adalah cara pembelajaran yang menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang    digunakan adalah komputer/laptop dan LCD proyektor. Software yang paling banyak digunakan untuk presentasi adalah Microsoft Office PowerPoint.

2. Demonstrasi
                Demonstrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas. Sehingga dengan cara ini siswa bisa diarahkan untuk melakukan kegiatan dengan benar dan megambil kesimpulan dari kegiatan tersebut.

3. Virtual Experiment
            Virtual Experiment adalahkegiatan laboratorium yang dipindahkan di depan komputer melalui suatu software, sehingga siswa bisa melakukan sebuah percobaan dengan mudah.

4. Kelas Virtual
            Kelas Virtual adalah sebuah program pembelajaran dimana siswa dapat belajar mandiri di web, misalnya menggunakan moodle. Pada kelas ini siswa akan mendapatkan materi, tugas, dan test secara online.

Jumat, 26 April 2013

Sekelumit Tentang Sejarah Pendidikan Indonesia



Sekelumit Tentang Sejarah Pendidikan Indonesia



Sejarah pendidikan di IndonesiaDalam masyarakat Indonesia sebelum masuk kebudayaan Hindu, pendidikan diberikan langsung oleh orang tua atau orang tua-orang tua dari masyarakat setempat mengenai kehidupan spiritual moralnya dan cara hidup untuk memenuhi perekonomian mereka. Masuknya dan meluasnya kebudayaan asing yang dibawa ke Indonesia telah diserap oleh Bangsa Indonesia melalui masyarakat pendidikannya. Lembaga Pendidikan itu telah menyampaikan kebudayaan tertulis dan banyak unsur-unsur kebudayaan lainnya.
Sejarah pendidikan di Indonesia dimulai pada zaman berkembangnya satu agama di Indonesia. Kerajaan-kerajaan  Hindu di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera yang mulai pada abad ke-4 sesudah masehi itulah tempat mula-mula ada pendidikan yang terdapat di daerah-daerah itu. Dapat dikatakan, bahwa lembaga-lembaga pendidikan dilahirkan oleh lembaga-lembaga agama dan  mata pelajaran yang tertua adalah pelajaran tentang agama. Tanda-tanda mengenai adanya kebudayaan dan peradaban Hindu tertua ditemukan pada abad ke-5 di daerah Kutai (Kalimantan). Namun demikian gambaran tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia didapatkan dari sumber-sumber Cina kurang lebih satu abad kemudian.

Ada 2 macam sistem pendidikan dan pengajaran Islam di Indonesia :

Pendidikan di Langgar
Di setiap desa di Pulau Jawa terdapat tempat beribadah dimana umat Islam dapat melakukan ibadanya sesuai dengan perintah agamanya. Tempat tersebut dikelola oleh seorang petugas yang disebut amil, modin atau lebai (di Sumatera). Petugas tersebut berfungsi ganda, disamping memberikan do’a pada waktu ada upacara keluarga atau desa, dapat pula berfungsi sebagai guru agama.

Pendidikan di Pesantren
Dimana murid-muridnya yang belajar diasramakan yang dinamakan pondok-pondok tersebut dibiayai oleh guru yang bersangkutan ataupun atas biaya bersama dari masyarakat pemeluk agama Islam. Para santri belajar pada bilik-bilik terpisah tetapi sebagian besar waktunya digunakan untuk keluar ruangan baik untuk membersihkan ruangan maupun bercocok tanam.

Pendidikan Pada Abad Ke Dua Puluh Jaman Pemerintahan Hindia Belanda dan Pendudukan. Di kalangan orang-orang Belanda timbul aliran-aliran untuk memberikan kepada pendudukan asli bagian dari keuntungan yang diperoleh orang Eropa (Belanda) selama mereka menguasai Indonesia. Aliran ini mempunyai pendapat bahwa kepada orang-orang Bumiputera harus diperkenalkan kebudayaan dan pengetahuan barat yang telah menjadikan Belanda bangsa yang besar. Aliran atau paham ini dikenal sebagai Politik Etis (Etische Politiek). Gagasan tersebut dicetuskan semula olah Van Deventer pada tahun 1899 dengan mottonya “Hutang Kehormatan” (de Eereschuld). Politik etis ini diarahkan untuk kepentingan penduduk Bumiputera dengan cara memajukan penduduk asli secepat-cepatnya melalui pendidikan secara Barat.

Dalam dua dasawarsa semenjak tahun 1900 pemerintah Hindia Belanda banyak mendirikan sekolah-sekolah berorientasi Barat. Berbeda dengan Snouck Hurgronje yang mendukung pemberian pendidikan kepada golongan aristokrat Bumiputera, maka Van Deventer menganjurkan pemberian pendidikan Barat kepada orang-orang golongan bawah. Tokoh ini tidak secara tegas menyatakan bahwa orang dari golongan rakyat biasa yang harus didahulukan tetapi menganjurkan supaya rakyat biasa tidak terabaikan. Oleh karena itu banyak didirikan sekolah-sekolah desa yang berbahasa pengantar bahasa daerah, disamping sekolah-sekolah yang berorientasi dan berbahasa pengantar bahasa Belanda. Yang menjadi landasan dari langkah-langkah dalam pendidikan di Hindia Belanda, maka pemerintah mendasarkan kebijaksanaannya pada pokok-pokok pikiran sebagai berikut :
  • Pendidikan dan pengetahuan barat diterapkan sebanyak mungkin bagi golongan penduduk Bumiputera untuk itu bahasa Belanda diharapkan dapat menjadi bahasa pengantar di sekolah-sekolah
  • Pemberian pendidikan rendah bagi golongan Bumiputera disesuaikan dengan kebutuhan mereka
Atas dasar itu maka corak dan sistem pendidikan dan persekolahan di Hindia Belanda pada abad ke-20 dapat ditempuh melalui 2 jalur tersebut. Di satu pihak melalui jalur pertama diharapkan dapat terpenuhi kebutuhan akan unsur-unsur dari lapisan atas serta tenaga didik bermutu tinggi bagi keperluan industri dan ekonomi dan di lain pihak terpenuhi kebutuhan tenaga menengah dan rendah yang berpendidikan.

Tujuan pendidikan selama periode kolonial tidak pernah dinyatakan secara tegas. Tujuan pendidikan antara lain adalah untuk memenuhi keperluan tenaga buruh untuk kepentingan kaum modal Belanda. Dengan demikian penduduk setempat dididik untuk menjadi buruh-buruh tingkat rendahan (buruh kasar). Ada juga sebagian yang dilatih dan dididik untuk menjadi tenaga administrasi, tenaga teknik, tenaga pertanian dan lain-lainnya yang diangkat sebagai pekerja-pekerja kelas dua atau tiga. Secara singkat tujuan pendidikan ialah untuk memperoleh tenaga-tenaga kerja yang murah. Suatu fakta menurut hasil Komisi Pendidikan Indonesia Belanda yang dibentuk pada tahun 1928 – 1929 menunjukkan bahwa 2 % dari orang-orang Indonesia yang mendapat pendidikan barat berdiri sendiri dan lebih dari  83% menjadi pekerja bayaran serta selebihnya menganggur. Diantara yang 83% itu 45% bekerja sebagai pegawai negeri. Pada umumnya gaji pegawai negeri dan pekerja adalah jauh lebih rendah dibandingkan dengan gaji-gaji Barat mengenai pekerjaan yang sama.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More